Liverpool vs West Ham United di Stadion Olimpiade London, yang hingga menit terakhir berakhir imbang 1-1. Namun dibalik pertandingan Liga Inggris itu terdapat insiden memalukan. Sang bintang Liverpool, Mohamed Salah baru saja mendapatkan ujaran kebencian saat bertanding melawan West Ham United.

Mohamed Salah yang sedang melakukan tendangan sudut untuk timnya lalu di caci oleh sejumlah pendukung di tribun yang sedang berada didekat salah, lebih parahnya dirinya menyebutkan agama salah dengan kata-kata yang kotor sambil merekam dengan smartphone miliknya.

“Salah kamu muslim berengsek”

“muslim sialan”

“persetan”  berdasarkan video yang dikutip dari Sky News.

Menangapi hal itu pihak West Ham United menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam menangapi hal itu, pihaknya sangat menjujung tinggi toleransi yang selama ini disematkan dalam dunia sepak bola international. Mereka juga sudah mendapatkan bukti tersebut dan sudah menyerahkannya  ke pihak kepolisian.

“Kami tegas menyatakan bahwa tindakan intoleran semacam ini tidak akan mendapatkan dukungan. Menyusul tindakan yang menimpa pemain Liverpool, Mohamed Salah, kami sudah menyerahkan bukti-bukti ke polisi,” tulis pernyataan tersebut.

Kasus ini juga sudah masuk dalam proses penyelidikan untuk mendapatkan bukti-bukti dari pihak The Hammers, pelaku akan segera cari dan diproses sesuai hokum yang berlaku. Pihak West Ham juga menginkan masalah ini cepat teratasi.

Kasus serupa juga pernah terjadi pada klub besar, Chelsea dari para fans di kanca Liga Inggris. Masalah ini jelas tidak dapat dianggap remeh karena akan berdampak pada moralitas sepak bola international yang sangat menjujung tinggi toleransi.

Media inggris yang menyiarkan berita bola, Guardian,  mengabarkan kalau masalah seperti ini mendapatkan perhatian nasional inggris. Pelecehan sudah banyak terjadi terutama bagi minoritas di Inggris yang selalu mendapatkan perlakuan seperti itu.

Dari data yang diberitakan tersebut terdapat 53 persen responden yang mengaku pernah mendapatkan tindakan diskriminatif karena latar belakang agama, warna, kulit, dan rambut warga inggris. Kalau dari Mayoritas hanya 29 persen saja yang mendapatkan perlakuan serupa.